PETUALANGAN VISUAL (Sebuah Kesan)


Tulisan kali ini, saya akan berbagi kesan tentang sebuah buku dengan judul "Arah Langkah" yang ditulis oleh Fiersa Besari.

Fiersa Besari, atau banyak orang menyebutnya Bung Fiersa, adalah sebuah nama yang pertama kali saya ketahui sebagai seorang Musisi Indie. Sebetulnya saya tidak begitu paham tentang musik. Akan tetapi, karya-karyanya sangat digemari oleh kalangan anak muda. Sebagaimana kaum muda, lirik-lirik lagu Bung Fiersa kebanyakan mengisahkan tentang cinta, rindu, patah hati, dan semacamnya. Namun, tidak dibahasakan dengan luapan cinta yang brutal, bukan rindu yang beringas, tidak juga menjabarkan patah hati yang mendayu-dayu. Bahasanya sederhana, tetapi indah dan elok didengar.

Beberapa bagian penting lain yang baru saya ketahui belakangan adalah, ternyata Bung Fiersa ini bukan hanya seorang Musisi. Namun ia juga seorang penulis, pecinta alam, dan penggiat fotografi. Ada beberapa karya tulisan yang sudah diterbitkan dan berhasil mencuri perhatian di pasaran. Dan buku "Arah Langkah" ini adalah salah satu favorit saya, di antara buku-bukunya yang lain. Apa kira-kira yang membuat saya jatuh hati?

Sebagaimana pengakuan Bung Fiersa pada pembukaan buku ini. Mulanya, tidak ada sedikit pun niat untuk menulis, apalagi membukukan semua kisah selama perjalanannya. Seiring berjalannya waktu, ia kemudian mulai berpikir dan merasa sayang, jika petualangan yang dihabiskan selama hampir satu tahun itu tidak diabadikan dalam sebuah catatan, atau semacam jurnal. Ya, petualangan ini kalau tidak salah dihabiskan dalam masa kurang lebih selama delapan bulan, oleh tiga orang sekawan. Yaitu Bung Fiersa, bersama dua orang rekannya. Bisa berkeliling Indonesia sudah menjadi cita-citanya sejak dahulu kala. Secara kebetulan, petualangan panjangnya kali ini diawali karena kisah pahit, dari patah hati yang sedang dialami sang penulis. Dengan tujuan, rasa sakit itu akan semakin hilang sejauh langkahnya menyusuri pelosok negeri. Pelajaran pertama, luka dan rasa sakit menjadi motivasi kuat untuk memenuhi keinginan sejak lama, dan melahirkan sebuah karya.

Di dalam buku ini, dengan sangat teliti Bung Fiersa membagikan seluruh pengalaman dan pelajaran yang diperolehnya. Dari gayanya menulis, kita yang sedang membaca ini seakan-akan dibawa ke dalam suasana yang sedang dikisahkan. Kita bisa merasakan sensasi rasa, ketika Ramadhan dan Idul Fitri berada ribuan kilometer jauhnya dari rumah. Sementara Ibunda Bung di rumah sangat berharap bisa berkumpul bersama, sedangkan perjalanan belum bisa diakhiri. Kita ikut merasakan getir, ketika dalam beberapa minggu, komunikasi dengan keluarga betul-betul tidak terkoneksi dengan baik. Karena signal dari telepon seluler seperti halnya saluran listrik. Masih menjadi sesuatu yang langka di beberapa wilayah. Dan ada rasa sedih yang dalam, ketika berita sangat penting, serta berita duka dari keluarga, baru sampai ke telinga mereka jauh setelah kejadian berlangsung karena kendala signal ini. Kita ikut terbawa khawatir, ketika perhitungan anggaran mulai sedikit melenceng dari perencanaan. Namun di sini juga kita ikut belajar bahwa dalam perjalan banyak hal bisa terjadi di luar perkiraan. Kita ikut belajar tentang kesetiakawanan, memiliki satu sama lain, ketika salah satu dari rekan Bung sempat frustasi dan memutuskan untuk pulang, mengakhiri petualangan yang paling dicita-citakannya. Tentang kekayaan alam, keberagaman budaya, bahasa, dan kepercayaan di setiap daerah sudah pasti banyak disuguhkan di sini. Dan yang lebih menarik lagi, isi buku ini dilengkapi dengan dokumentasi foto-foto selama perjalanan, hampir di semua daerah yang disinggahi. Betul-betul hasil jepretan profesional yang sedap dipandang mata. Sungguh kombinasi apik, cantik, yang disuguhkan bagi para pembacanya. Sangat nampak jelas kerja keras yang telah diupayakan dalam proses penerbitannya. Pelajaran kedua, lakukan semua pekerjaan, atau kesenangan, atau proses apa pun dengan sungguh-sungguh. Maka hasil akhir pasti akan sangat mengagumkan. Selamat Bung, saya ikut merekomendasikan buku ini agar dibaca oleh banyak anak-anak muda yang masih punya banyak kesempatan, untuk bisa melangkah jauh.

Comments

Popular Posts