Sepatu Jelly



Marni membereskan meja lapak tempat ibunya berjualan tempe. Sisa-sisa daun pembungkus, dimasukkannya ke dalam keranjang sampah. Dompet, botol minum, semua masuk ke dalam bakul, kemudian menggendongnya dan mulai melangkah meninggalkan pasar. Kembali Marni mematung di depan sebuah Toko Sepatu yang letaknya tepat di dekat pintu masuk pasar. Ukuran kaca jendela toko itu cukup besar, sehingga Marni bisa mengintip ke dalamnya. Sepasang sepatu jelly yang sudah lama diimpikannya masih terpajang cantik di tempat yang sama persis, sejak Ia lihat pertama kali dua pekan lalu. Lima menit setelah mengamati sepatu itu, Marni melanjutkan langkah kakinya ke arah jalan pulang. Pandangannya menunduk, sambil menghitung dalam hati. Berapa jumlah uang yang sudah ia kumpulkan dari pemberian ibu selama ini, dan berapa rupiah lagi sisa kekurangan yang masih harus dikumpulkan sampai mencukupi harga sepasang sepatu itu. Marni mempercepat langkahnya agar bisa segera sampai ke rumah, dan membantu ibu menyiapkan kedelai dan lain-lain untuk jualan tempe esok hari. Segera Ia mandi, berganti pakaian, dan makan. Selain lebih bersabar, kali ini Marni juga lebih bersemangat membantu pekerjaan ibu. Bayangan sepasang sepatu jelly masih menari-nari di pikirannya.

Comments

Post a Comment

Popular Posts